Eddy Current Testing (ET), atau uji arus eddy, adalah metode NDT berbasis induksi elektromagnetik. Koil yang dialiri arus AC didekatkan ke logam, lalu timbul arus berputar kecil di dalam logam yang disebut arus eddy. Apa pun yang mengganggu arus eddy, seperti retak, perbedaan paduan atau dinding yang menipis, mengubah impedansi koil dan tampil di layar alat. Syarat utamanya: ET hanya bekerja pada bahan yang menghantarkan listrik.
Prinsip kerja: induksi dan impedance plane
Medan primer dari koil menginduksi arus eddy di benda uji. Arus eddy membentuk medan sekunder yang melawan medan primer (hukum Lenz), sehingga impedansi koil berubah. Perubahan itu ditampilkan di layar impedance plane: jarak dari titik balance menunjukkan amplitudo, sudutnya menunjukkan fasa. Inspektur memutar fasa agar sinyal lift-off mendatar, lalu retak terlihat sebagai sinyal dengan sudut yang berbeda.
Arus eddy paling rapat di permukaan dan melemah ke dalam (efek kulit). Kedalaman penetrasi standar δ adalah kedalaman saat kerapatan arus tinggal 37% dari permukaan. Aturan praktisnya: frekuensi tinggi untuk retak permukaan, frekuensi rendah untuk cacat di bawah permukaan.
Probe dan alat yang dipakai
- Flaw detector impedance plane dengan kontrol frekuensi, gain, balance dan rotasi fasa.
- Probe permukaan (pancake/pencil) untuk retak permukaan, konduktivitas dan tebal coating.
- Probe bobbin yang didorong ke dalam tabung heat exchanger dan kondensor.
- Kumparan melingkar (encircling coil) untuk batang, tabung dan kawat di jalur produksi.
- Probe absolut, diferensial dan refleksi, masing-masing dengan kelebihan sendiri.
- Standar referensi dari material yang sama dengan notch EDM atau lubang buatan; ET adalah metode pembanding.
- Conductivity meter, umumnya bekerja di 60 kHz dan membaca langsung dalam % IACS.
Langkah dasar set-up ET permukaan
- Sambungkan probe, nyalakan alat dan biarkan pemanasan minimal 5 menit.
- Pastikan area uji bersih dari cat yang lepas dan kotoran.
- Pilih frekuensi, letakkan probe di blok referensi jauh dari notch, lalu balance.
- Angkat probe sedikit dan putar fasa sampai sinyal lift-off bergerak mendatar.
- Scan notch referensi dan atur gain sesuai prosedur.
- Pada benda uji, balance ulang tanpa mengubah gain, lalu scan dengan langkah tidak lebih lebar dari koil.
- Cek ulang sensitivitas secara berkala dan di akhir pekerjaan. Jika menyimpang, periksa ulang semua yang diuji sejak cek terakhir yang baik.
Aplikasi ET
- Retak fatigue dan korosi pada pesawat, termasuk lubang baut dan struktur berlapis.
- Retak fatigue di las baja yang sudah beroperasi, bahkan menembus cat hingga sekitar 2 mm (MT butuh cat di bawah sekitar 0,5 mm).
- Tabung heat exchanger dan kondensor: korosi, pitting, penipisan dan retak dari sisi dalam maupun luar.
- Sortir paduan logam, cek hasil perlakuan panas dan ukur konduktivitas.
- Mengukur tebal cat, anodising atau plastik di atas logam.
Kelebihan dan keterbatasan
| Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|
| Tanpa radiasi dan tanpa bahan kimia | Hanya untuk bahan konduktif listrik |
| Bisa menembus cat dan coating | Penetrasi terbatas, sekitar 5 mm (kadang 10 mm) |
| Mengukur konduktivitas, tebal coating dan tebal dinding, bukan hanya retak | Baja ferromagnetik sulit karena permeabilitas yang berubah-ubah |
| Cocok untuk otomatisasi di jalur produksi | Banyak variabel (lift-off, tepi, suhu) bisa memberi sinyal palsu |
Belajar ET dari nol
Di kursus Uji Arus Eddy (ET) Level II, kamu melihat impedance plane bergerak langsung, berlatih di simulator flaw detector arus eddy dengan probe absolut, diferensial dan refleksi, lalu menyiapkan ujian Level II dengan buku kerja dan bank soal. Mulai dari Pelajaran 1 gratis: Listrik & Rangkaian AC.
Sumber fakta: buku kerja ET Level II, hlm. 7–13, 23–65, 69–83, 91–92.
ARTIKEL BERIKUTNYAApa itu Visual Testing (VT)? Inspeksi visual las dan alatnya