Magnetic Particle Testing (MT), atau uji partikel magnetik, adalah metode NDT untuk menemukan retak di permukaan dan sedikit di bawah permukaan benda dari bahan ferromagnetik. Bendanya dimagnetisasi, lalu serbuk besi halus ditaburkan atau dialirkan. Di tempat ada retak, serbuk berkumpul membentuk garis yang bisa dilihat langsung oleh mata.
Prinsip kerja: kebocoran fluks
Saat benda dimagnetisasi, garis gaya magnet mengalir di dalamnya. Retak memutus jalur itu, sehingga sebagian garis gaya keluar ke udara dan membentuk medan bocor (leakage field). Medan bocor inilah yang menarik partikel dan membentuk indikasi. Aturan yang perlu kamu ingat: tanpa medan bocor, tidak ada indikasi.
Arah juga penting. Retak paling mudah terlihat jika tegak lurus terhadap garis gaya, dan masih terdeteksi pada sudut 45° sampai 90°. Retak yang sejajar medan tidak menimbulkan kebocoran, jadi tidak terlihat. Karena itu setiap area diuji dua kali dengan arah medan yang berbeda sekitar 90°.
Bahan apa yang bisa diuji?
MT hanya bekerja pada bahan ferromagnetik, misalnya baja karbon dan besi. Austenitic stainless steel, aluminium, tembaga dan titanium tidak bisa diuji dengan MT. Untuk bahan seperti itu, pilih metode lain seperti Penetrant Testing.
Alat dan bahan yang dipakai
- Yoke: magnet berbentuk U yang memberi medan longitudinal di antara kedua kakinya; praktis untuk lapangan.
- Prod: dua elektroda yang ditekan ke permukaan dan dialiri arus; dipakai untuk benda besar seperti las dan coran.
- Head shot dan central conductor: memberi medan melingkar untuk batang, pipa, ring dan mur.
- Coil: memberi medan longitudinal untuk mencari retak melintang.
- Partikel kering atau basah (bath): warna abu-abu, merah atau hitam, atau partikel fluoresen yang menyala di bawah lampu UV-A.
Pilihan arus menentukan kedalaman: AC paling baik untuk retak permukaan, sedangkan DC dan HWDC menembus lebih dalam untuk cacat di bawah permukaan.
Langkah dasar pengujian MT
- Bersihkan permukaan dari kerak, slag, cat tebal, karat dan minyak.
- Pilih teknik (yoke, prod, coil, head shot) dan jenis arus sesuai arah dan letak cacat yang dicari.
- Magnetisasi benda sambil memberi partikel (metode kontinu), atau beri partikel setelah arus dimatikan (metode residual).
- Ulangi dengan arah medan kedua, sekitar 90° dari yang pertama.
- Interpretasikan indikasi: relevan, non-relevan atau palsu, lalu evaluasi terhadap kriteria penerimaan.
- Lakukan demagnetisasi dan periksa sisa medan dengan field indicator.
Cacat yang bisa ditemukan
MT sangat baik untuk retak permukaan pada las (termasuk crater crack dan toe crack), retak gerinda, retak perlakuan panas, lap tempa, dan retak fatigue pada komponen yang sudah dipakai. Cacat yang lebih dalam di las, seperti slag, porositas dan lack of fusion, lebih tepat dicari dengan UT atau RT.
Kelebihan dan keterbatasan
| Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|
| Cepat, sederhana dan hasilnya langsung terlihat di permukaan | Hanya untuk bahan ferromagnetik |
| Menemukan retak permukaan dan sedikit di bawah permukaan | Hanya cacat di permukaan dan dekat permukaan; seberapa dalam tergantung permeabilitas, jenis cacat dan arus |
| Bisa dipakai saat produksi maupun saat perawatan | Harus diuji dua arah; retak sejajar medan terlewat |
| Partikel fluoresen dengan AC sangat sensitif untuk retak halus | Biasanya perlu demagnetisasi setelah pengujian |
Belajar MT dari nol
Di kursus Uji Partikel Magnetik (MT) Level II, kamu belajar lewat animasi interaktif, simulator yoke, buku kerja dwibahasa dan bank soal sebagai persiapan ujian Level II. Coba dulu Pelajaran 1 gratis: Prinsip Dasar Kemagnetan.
Sumber fakta: buku kerja MT Level II, hlm. 7–14, 20–25, 40–55, 59–67.
ARTIKEL BERIKUTNYAApa itu Ultrasonic Testing (UT)? Prinsip, alat dan contoh