Radiographic Testing (RT), atau uji radiografi, adalah metode NDT yang menembakkan sinar-X atau sinar gamma menembus benda ke film atau detektor. Hasilnya berupa radiograf: gambar bayangan bagian dalam benda yang tersimpan permanen, sehingga bisa ditinjau ulang oleh klien, auditor atau Level III bertahun-tahun kemudian. RT bisa dipakai pada hampir semua material, dari las dan coran besar sampai komponen elektronik.
Prinsip kerja: gambar bayangan
Radiasi yang menembus benda melemah sesuai ketebalan, kerapatan dan nomor atom bahannya. Bagian yang lebih tipis atau kurang padat meneruskan lebih banyak radiasi, sehingga film menjadi lebih gelap. Contohnya, gelembung gas di coran baja tampak sebagai titik gelap. Sebaliknya, tungsten inclusion atau logam las berlebih tampak lebih terang.
Ketajaman gambar dipengaruhi geometri. Unsharpness geometris (Ug) bertambah jika sumber radiasi besar, terlalu dekat ke benda, atau film jauh dari benda. Resep bayangan tajam: sumber kecil, sumber jauh, film menempel dekat benda, berkas tegak lurus. Setiap eksposur dilengkapi IQI (Image Quality Indicator) untuk membuktikan bahwa tekniknya cukup sensitif.
Sinar-X dan sinar gamma
| Sinar-X | Sinar gamma | |
|---|---|---|
| Asal | Elektron cepat yang menumbuk target di tabung | Peluruhan isotop radioaktif |
| Energi | Bisa diatur lewat kV dan mA | Tetap, ditentukan isotopnya |
| Mematikan | Hilang saat alat dimatikan | Tidak bisa dimatikan, harus selalu terlindung |
| Listrik | Butuh listrik | Tidak butuh listrik; cocok untuk pipeline dan lokasi terpencil |
| Contoh | Unit portable tank-type sekitar 100–300 kV | Ir-192 (waktu paruh 73,8 hari), Se-75 (120 hari), Co-60 (5,27 tahun) |
Langkah dasar pengujian RT
- Pilih sumber dengan energi terendah yang masih menembus benda dalam waktu wajar, karena energi rendah memberi kontras lebih baik.
- Atur geometri dan teknik; untuk pipa ada SWSI, DWSI dan DWDI sesuai diameter dan akses.
- Pasang film, marker lokasi dan IQI (biasanya di sisi sumber).
- Hitung eksposur dengan exposure chart dan hukum kuadrat terbalik, lalu lakukan eksposur.
- Lakukan survei radiasi dengan surveimeter setelah setiap eksposur.
- Proses film: develop, stop, fix, cuci dan keringkan (atau baca imaging plate untuk radiografi digital).
- Interpretasi film: cek validitas (identitas, densitas, IQI, artefak), deteksi, identifikasi dan evaluasi indikasi terhadap kriteria penerimaan kode.
- Buat laporan berisi teknik, hasil, nama interpreter, level sertifikasinya dan tanda tangan.
Cacat yang ditemukan RT
Pada las, RT menemukan porositas, slag inclusion, incomplete penetration, lack of fusion, retak, undercut, tungsten inclusion, burn-through dan root concavity. Pada coran, RT menemukan porositas gas, shrinkage, hot tear, inklusi pasir dan cold shut. RT paling kuat untuk cacat volumetrik. Retak rapat yang posisinya melintang terhadap berkas bisa tidak terlihat, sehingga kode sering mensyaratkan UT atau sudut RT tambahan.
Keselamatan radiasi
Sinar-X dan gamma tidak bisa dilihat atau dirasakan. Prinsip proteksinya: waktu, jarak dan pelindung. Jarak dua kali lipat menurunkan laju dosis menjadi seperempat. Jangan masuk daerah radiasi tanpa surveimeter terkalibrasi dan dosimeter pribadi. Di Indonesia, perizinan, Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dan kualifikasi operator diatur oleh BAPETEN.
Kelebihan dan keterbatasan
| Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|
| Rekaman gambar permanen | Bahaya radiasi; butuh izin dan area terkendali |
| Hampir semua material | Butuh akses dua sisi (sumber dan film) |
| Sangat baik untuk cacat volumetrik dan bentuk internal | Retak planar bergantung pada sudut berkas |
| Hasil bisa ditinjau ulang kapan saja | Kedalaman cacat tidak terlihat langsung; lambat untuk benda tebal |
Belajar RT dari nol
Di kursus Uji Radiografi (RT) Level II, kamu belajar sumber radiasi, geometri bayangan, IQI dan interpretasi radiograf lewat animasi interaktif, lalu berlatih di simulator eksposur sinar-X dan kamera gamma. Mulai dari Pelajaran 1 gratis: Proses Radiografi & Radiasi.
Sumber fakta: buku kerja RT Level II, hlm. 8–43, 48, 90–96, 111, 152–170.
ARTIKEL BERIKUTNYAApa itu Eddy Current Testing (ET)? Prinsip, probe dan aplikasinya