Visual Testing (VT), atau uji visual, adalah pengamatan benda uji dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik untuk menemukan anomali permukaan dan memastikan benda sesuai spesifikasi. VT hampir selalu menjadi metode NDT pertama yang dilakukan, dan sering kali yang paling penting. Untuk las, VT adalah metode yang paling banyak dipakai.
VT langsung dan VT jarak jauh
- VT langsung: ada garis pandang tanpa putus dari mata ke permukaan, dengan atau tanpa alat sederhana seperti kaca pembesar, cermin dan senter. Aturan umumnya, mata berada maksimal 600 mm dari permukaan dengan sudut pandang minimal 30°.
- VT jarak jauh (remote): jalur pandang terputus, sehingga dipakai borescope, fiberscope, video borescope, kamera atau robot. Resolusinya harus minimal setara VT langsung.
Cahaya: syarat yang sering diremehkan
Alat utama VT tetap mata manusia, dan mata butuh cahaya yang cukup. Cahaya ruangan mungkin terasa terang, tetapi tanpa diukur dengan light meter kamu tidak bisa membuktikan syarat kode terpenuhi. Edisi ASME Section V yang lebih baru mensyaratkan minimal 100 fc (1076 lux) di permukaan yang diperiksa. Cahaya berlebih juga buruk karena menimbulkan silau. Untuk melihat tekstur, lekukan dan pitting, cahaya miring (raking) paling efektif karena membentuk bayangan.
Otak juga berperan: kita cenderung melihat apa yang kita harapkan. Inspektur yang hanya mencari porositas bisa melewatkan lack of fusion di toe las. Karena itu area besar diperiksa sedikit demi sedikit dengan pola yang saling tumpang tindih.
Alat VT untuk las
- Kaca pembesar (lup), misalnya 10×; pilih pembesaran terendah yang sudah cukup menampilkan detail.
- Cermin inspeksi untuk bagian dalam pipa atau di balik benda.
- Penggaris baja, caliper dan mikrometer untuk dimensi.
- Gauge las: fillet weld gauge (ukuran kaki dan throat), bridge cam gauge (sudut bevel, misalignment, reinforcement, kedalaman undercut), hi-lo gauge (misalignment pipa) dan pit gauge (kedalaman korosi dan undercut).
- Borescope, fiberscope dan video borescope untuk area yang tidak bisa dilihat langsung.
Langkah dasar inspeksi visual las
- Cari kode atau prosedur tertulis yang berlaku, termasuk kriteria penerimaannya.
- Tentukan VT langsung atau jarak jauh, kebutuhan pembersihan, pencahayaan (ukur!) dan alat ukur.
- Bersihkan permukaan dari kerak, slag atau cat sesuai prosedur.
- Periksa pada tahap yang tepat: persiapan sambungan dan fit-up, root pass, antar-pass dan las akhir. Masalah yang ditemukan saat fit-up jauh lebih murah diperbaiki.
- Ukur profil las dengan gauge, catat indikasi dan putuskan diterima atau ditolak sesuai kriteria.
- Buat laporan: kode, prosedur, lokasi, hasil, nama dan level pemeriksa, serta foto atau sketsa bila diperlukan.
Cacat las yang ditemukan dengan VT
VT menemukan porositas permukaan, retak (termasuk retak kawah di ujung las), undercut, overlap, arc strike, incomplete penetration di sisi root yang bisa diakses, serta ukuran las yang kurang atau berlebih. Cacat di dalam las seperti slag, porositas tersembunyi, lack of fusion dan retak root di dalam sambungan fillet perlu dicari dengan RT atau UT. Karena itu VT biasanya dilakukan pertama, lalu metode lain menyusul bila disyaratkan.
Kelebihan dan keterbatasan
| Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|
| Ekonomis dan cepat | Butuh garis pandang ke permukaan |
| Sensitif untuk banyak anomali permukaan | Butuh pencahayaan yang cukup dan terukur |
| Bisa untuk benda hampir semua ukuran dan bentuk | Hanya menemukan cacat permukaan |
| Mudah didokumentasikan dengan foto dan video | Sangat bergantung pada keterampilan dan pengalaman inspektur |
Belajar VT dari nol
Di kursus Uji Visual (VT) Level II, kamu belajar cahaya, optik, alat VT dan kode lewat animasi interaktif, lalu berlatih di simulator meja inspeksi las dengan bridge cam gauge dan fillet gauge. Mulai dari Pelajaran 1 gratis: Pengantar VT & Mata Manusia.
Sumber fakta: buku kerja VT Level II, hlm. 7–16, 28–35, 39–51.
ARTIKEL BERIKUTNYAApa itu Penetrant Testing (PT)? Prinsip, bahan dan langkahnya